Kamis, 17 Oktober 2013

Jack Ma, Pria "Culun" yang Gigih

Jack Ma sedang beraksi 
Sebuah media online Alibaba asal China dikabarkan akan melaksanakan go publik 2014. Sebelumnya IPO ditargetkan sebelum akhir tahun ini tapi agaknya belum memungkinkan. Alibaba berencana masuk ke bursa AS setelah gagal go publik di Hong Kong. Dengan nilai aset US$120 miliar, maka Alibaba menjadi perusahaan online terbesar setelah Google Inc. dan Amazon.com Inc. dari sisi kapitalisasi pasar. Sebagai perbandingan Facebook memiliki nilai pasar US$119,5 miliar.

Tapi, kepada Bloomberg News, Jumat 11 Oktober 2013, juru biacara Alibaba, John Spelich, menyatakan Alibaba belum punya jadwal pasti go publik. Tapi banyak yang percaya, kehadiran Alibaba di Amerika hampir pasti, tinggal soal waktu saja.

Keberhasilan Alibaba Group adalah cermin kegigihan pendirinya, Jack Ma. Pada pandangan pertama melihat Jack Ma, ada kesan dia culun. Tapi pria asli China berusia 49 tahun ini tak keberatan disebut kurang rapi. Bahkan ia suka disebut sebagai bintang rock, simbol generasi muda yang sedang trendi.

"Orang mengira China tidak memiliki Steve Jobs (pendiri Apple). Saya kira ada, dialah Jack Ma, " kata Paul Gillis dari Peking University, Guanghua School of Management, seperti dikutip Financial Times, September lalu.

Badannya ceking, tapi Kack Ma sesungguhnya adalah "pria besar" di bisnis internet. Alibaba memiliki banyak situs e-commerce dengan pungutan 60 sen setiap barang yang ditransaksikan di China. Hanya cukup dua portal miliknya sudah bisa menyaingi perpaduan EBay dan Amazon. Separuh dari pembayaran onlinenya menggunakan prosesor Alipay.
Berbicara dalam sebuah kesempatan pada 2004, Jack Ma menyinggung sedikit soal persaingan di tingkat global. "EBay mungkin hiu di samudera, tapi saya adalah buaya besar di sungai Yangtze. Jika bertarung di samudera, saya kalah. Tapi kalau bertarung di sungai, saya menang, " katanya.

Jack Ma lahir pada 1964 di Hangzhou. Ayahnya seorang pendongeng tradisional China, ping tan. Ia memperistri Cathy Zhang, salah satu bekas pegawainya.

Jack Ma dua kali gagal masuk perguruan tinggi sebelum akhirnya diterima di Hangzhou Normal College pada1984. Setelah lulus dari universitas pada 1988, ia mengajar bahasa Inggris selama lima tahun. Dia pun memanfaatkan kemampuan bahasa Inggris dengan mendirikan agen penterjemahan.

Pada 1995, dia berkunjung ke Amerika, dan di sanalah ia pertama kali mengenal inetrnet. Setelah kembali ke Hangzhou, dia membuat Yellow Pages yang berisi alamat perusahaan. Saat itu China belum membolehkan internet.

Tapi kemudian ia menjual bisnisnya kepada perusahaan telekomunikasi milik negara. Jack Ma lalu bekerja di Kementerian Perdagangan yang membuat dia paham soal peraturan di seputar penggunaan internet.

Baru pada 1999, dia mengumpulkan uang US$60 ribu sekitar Rp600 juta bersama 17 teman-temannya dan mendirikan Alibaba di flat miliknya di Hangzhou. Bisnis menjadi semakin besar setelah mendapat suntikan dana dari Goldman Sachs (Amerika) dan SoftBank (Jepang).
Jack Ma semula ingin menjual saham Alibaba ke bursaHong Kong, tapi ditolak.

 Menurut sebuah sumber kepada Reuters, Jack ma bersama 28 partnernya ingin tetap mempertahankan struktur perusahaan, suatu permintaan yang ditolak otoritas bursa Hong Kong. Sedangkan bursa New York membolehkannya, karena itu Jack Ma memilih Amerika sebagai ladang IPO.

Alibaba, menurut analis, memiliki nilai aset hingga US$120 miliar atau Rp1.200 triliun. Ini jauh lebih besar dibandingkan Facebook yang go pubik tahun lalu senilai US$16 miliar. Jika terjadi IPO, 28 kawan Jack Ma akan makin kuat dan Yahoo akan kehilangan kursi direkturnya. Jack Ma dan kawan-kawan akan bisa mengontrol direksi.

Alibaba akan menjadi pesaing tangguh Amazon EBay di Amerika kelak. Baru-baru ini Alibaba berinvestasi US$$206 juga di website ritel ShopRunner, yang akan memperluas pengaruhnya di Amerika.

Toko online milik Alibaba memiliki kesaman dengen Ebay , tapi dengan jumlah transaksi lebih luas meliputi 220 negara. Di China, Alibaba memiliki Tmall yang menghubungkan perusahaan dengan konsumen. Sedangkan Taobao menghubungkan konsumen dengan konsumen yang bersaing langsungdengan Ebay.

Taobao sendiri meraih pendapatan terutama dari iklan, bukan dari fee penjualan. Jika jadi masuk Amerika, Alibaba akan menjadi penghubung penjual produk murah China.
Martin Pyykkonen, analis dari Wedge Partners menyatakan sangat sulit mencari barang yang lebih murah di Amazon sekarang. "Alibaba akan datang dan menawarkan produk China lebih murah, " katanya. R.Wiranto (pertama kali dimuat di Jurnal Nasional)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar