Seorang entrepreneur mempunyai anugerah yang sangat
berharga, yakni optimistis. Mereka tidak putus asa dan terus percaya diri. Tapi
benarkah rasa percaya diri selalu bisa menolong bisnis Anda? Sebenarnya,
optimistis bedanya sangat tipis dengan delusi.
Christopher J Frank pengarang buku Drinking from the Fire Hose, saya kutip dari entrepreneur.com menyatakan bahwa sebuah gambaran besar tentang ekonomi makro kadang mengecohkan calon pengusaha. Pengusaha membuka bisnis dengan optimistis karena pertimbangan ekonomi yang bagus. Angka pertumbuhan ekonomi bagus, investasi naik, tapi apakah otomatis berpengaruh positif kepada rencana bisnis Anda?
Christopher J Frank pengarang buku Drinking from the Fire Hose, saya kutip dari entrepreneur.com menyatakan bahwa sebuah gambaran besar tentang ekonomi makro kadang mengecohkan calon pengusaha. Pengusaha membuka bisnis dengan optimistis karena pertimbangan ekonomi yang bagus. Angka pertumbuhan ekonomi bagus, investasi naik, tapi apakah otomatis berpengaruh positif kepada rencana bisnis Anda?
Ternyata tidak, lihat dulu bisnis apa yang Anda jalani, dimana Anda berusaha, siapa konsumen Anda, bagaimana Anda menjalankan bisnis Anda dan apakah momennya tepat?
Pengalaman membuktikasn bahwa kesuksesan bisnis tergantung dari kondisi riil Anda hadapi. Jika Anda tidak bisa meyakinkan partner bisnis, bisa meyakinkan konsumen, logistik yang tepat, maka bisnis akan gagal meski kondisi ekonomi makro sangat cerah.
Potensi pasar bagi produk Anda sangat besar, tapi bisa jadi tidak berguna. Tugas Anda adalah meyakinkan konsumen untuk beli dan mengulangi pembelian secara terus menerus. Jika Anda akan menentukan untuk meneruskan bisnis atau menutupnya, makro ekonomi bukan landasan utama.
Anda harus bisa mematikan bahwa pasar di sekitar Anda bisa menerima bisnis yang dijalankan, itu kunci utamanya, jika bisnis ingin sukses. Tanyakan kembali, apakah bisnis Anda benar-benar dibutuhkan konsumen yang Anda layani?
Kadang Anda begitu cinta dengan bisnis yang dijalankan. Jika semua kenyataan tidak sesuai rencana, ini sangat menguras pikiran dan tenaga. Semangat bisa lenyap dan Anda bisa putus asa. Cobalah terus mengelola bisnis dengan dasar informasi yang benar benar terkait dengan usaha Anda. Rihad Wiranto