Jumat, 16 November 2012

Tanda Anda Bakat Bisnis


Selalu bikin pusing kalau memikirkan usaha apa yang bisa bikin kaya, hidup senang, banyak waktu untuk piknik dan seterusnya. Banyak orang bilang, cara untuk hidup senang ya jadi pengusaha. Tapi waktu mau melangkah, kok susahnya minta ampun. Mau melangkah kayaknya ragu-ragu, apakah bisnis bisa sukses atau malah buntung di kemudian hari. Nah, daripada bingung, baca di bawah ini, apa yang harus Anda pikirkan kalau ingin membangun usaha.  Coba ukur diri Anda sendiri, punya bakat atau nggak jadi pengusaha.


1. Bisa mengukur diri tentang  kemampuan berbisnis.
Lihat diri sendiri dulu. Apa sih  motivasi dan tujuan Anda? Kalau Anda tak mudah menyerah, mau bekerja tanpa henti, mau melepas zona nyaman, nah baru Anda cocok jadi pengusaha. Kalau duitnya mau, kerjanya nggak, ya sudah mundur saja. Tapi kalau semangat terus membara, tidak mau mengeluh, berani menghadapi tantangan dengan resiko terukur, nah cocok Anda jadi pengusaha.

2. Mampu pilih  bisnis yang tepat.
Untuk berhasil dalam bisnis sebenarnya rumusnya sederhana. Rumus ini dipakai sejak jaman dahulu kala. Caranya, cari produk atau jasa yang diinginkan konsumen lalu Anda menyediakannya. Masalahnya,  Anda bisa memenuhi permintaan itu apa nggak. Katakanlah banyak orang sedang membutuhkan mobil murah dan hemat saat harga bensin mau dicabut subsidinya.

Bagi Anda bisa bikin show room, jualah beli mobil irit bensin. Setidaknya bisa menjadi pembeda dengan show room lain. Kalau itu terlalu muluk-muluk, bagi yang pinter utak-atik komponen kendaraan, bisa jualan alat penghemat bensin. Tapi harus dipastikan, Anda mampu menjalankan bisnis itu. Kalau tidak bisa sendiri, cari tenaga yang ahli.
3. Bisa memilih  pasar untuk produk atau jasa Anda.

Kalau Anda bisa membuat sebuah produk jangan keburu GR orang lain pasti suka. Kalau orang lain tak suka, mana pernah mereka akan membelinya. Jadi cobalah tawarkan ke beberapa teman untuk tes pasar. Bisa juga dilakukan sebuah survei melalui konsultan pemasaran. Survei yang rinci dilakukan  kalau resiko bisnisnya besar misalnya karena membutuhkan modal ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Kalau modal sedikit ya cobalah melakukan riset dengan melihat keadaan di sekitar tempat tinggal, kantor dan sebagainya. Jualah barang atau jasa yang kira-kira mereka butuhkan.
4.Mampu merencanakan bisnis

Beberapa orang memiliki insting bisnis yang hebat sehingga tak perlu rencana yang aneh-aneh, mereka langsung jalan. Tapi cara itu hanya cocok bagi orang yang sudah berpengalaman. Kalau Anda masih tahap coba-coba, ya jangam keburu nafsu. Buat perencanaan yang bagus, mulai dari penjualan produk secara terbatas lalu bikin target penjualan tahun berikutnya dan seterusnya. Belajar juga cara bikin anggaran produksi dan penjualan yang bagus. Dengan perencanaan yang bagus kemungkinan bisnis sukses semakin besar.
5. Anda tidak suka menunda-nunda.
Nah kalau sudah yakin dengan jenis usaha yang Anda pilih, ya jangan ditunda-tunda. Beberapa orang terlalu hati-hati dan tak mau ambil resiko. Ini penyakit orang yang peragu. Kalau Anda sudah siap, jalankan bisnis Anda sambil melakukan perbaikan nantinya. Selamat berbisnis.

Rabu, 03 Oktober 2012

Lima Trik Berbicara Mengesankan




Buku How to Look and Act Like a Millionaire, Even If You're Not (Bagaimana Terlihat dan Bersikap Seperti Orang Kaya, Meski Nyatanya Tidak) menuturkan beberapa kiat berbicara mengesankan. Di bawah ini beberapa trik seperti yang dituturkan Vicky Oliver, penulis buku itu.


  1. Persiapkan Diri
Bagi Anda yang akan melakukan wawancara untuk melamar kerja, carilah informasi tentang perusahaan. Posisi yang Anda lamar juga harus dipahami. Persiapkan juga berbagai kemungkinan jawaban sebagai acuan jika nanti dalam wawancara topic tertentu ditanyakan.

  1. Tampil Percaya Diri
Cara agar tidak gugup saat menghadapi pertemuan bisnis, Anda harus datang sebelum wawancara. Anda bisa berdandan dulu di kamar mandi atau di mobil sebelum menemui klien. Masuklah dengan gaya yang tenang, sapa orang yang ditemui dan jabat tangan klien Anda dengan ramah.   

  1. Menjaga Kata-kata
Kadang dalam pertemuan dengan beberapa rekan, Anda akan menemui seseorang yang berbicara ngawur. Orang itu mungkin membuat bualan-bualan yang jorok atau kasar. Anda cukup tersenyum bisa menimpali humor yang positif jika mampu.

  1. Penuh Perhatian
Selama bicara, konsentrasi harus ditujukan kepada pembicara. Pikiran jangan kosong, sebab itu akan tampak dari tatapan mata Anda. Jangan menginterupsi pembicaraan. Anda bisa minta maaf sebelum memotong pembicaraan jika sangat terpaksa.

  1. Ingatlah Nama Rekan Anda
Ketika Anda bertemu orang, Anda pastikan nama lawan bicara dieja dengan benar. Jika menemui kawan baru ingat-ingat namanya dan hapalkan jika kemungkinan dia akan sering bertemu dengan Anda. Catat dengan berbagai teknik mengingat nama agar Anda tidak lupa.

Lima Trik Tampil Meyakinkan




Detik-detik awal perjumpaan dengan orang lain sangatlah menentukan. Kalau Anda salah tingkah, citra Anda langsung turun. Tapi kalau Anda tampil meyakinkan, lawan bicara Anda langsung terkesima.

Bagaimana caranya agar Anda tampil meyakinkan di depan orang lain?  Vicky Oliver  penulis buku How to Look and Act Like a Millionaire, Even If You're Not (Bagaimana Terlihat dan Bersikap Seperti Orang Kaya, Meski Nyatanya Tidak) menuturkan beberapa kiat. Coba simak lima triks terlebih dulu.

1.  Pilih Warna Pakaian yang Tepat
Anda pasti mempunyai selera tertentu terhadap warna pakaian. Tapi coba Anda tanyakan ke teman atau konsultan mode untuk menilai pakaian yang biasa dipakai. Pakaian yang dipakai harus disesuaikan kepribadian, tempat dan situasi. Coba Anda berdiri di depan kaca dan nilai diri sendiri, lalu minta pendapat rekan lain yang lebih ahli. 

2. Ayo Tampil Necis
Apakah Anda tampak kumuh saat bertemu orang lain? Oh my God, jangan sekali-kali itu terjadi. Tampilah dengan sepatu yang disemir, baju diseterika rapi serta asesoris lain yang pas. Coba jaga kulit selalu bersih. Rambut, kuku bahkan alis pastikan rapi tak peduli Anda lelaki atau wanita.

3. Bicara dengan Jelas dan Benar.
Coba simak cara penyiar televisi sedang berbicara. Latihlah pengucapan yang benar dan jelas. Ucapkan kalimat secara utuh, jangan terputus-putus dengan kata-kata e.., anu.., begitulah.., dan sejenisnya. Belajarlah membuat kalimat dengan tata bahasa yang baik.

4. Gunakan Kata-kata yang Energik
Setiap kata memiliki kekuatan tersendiri di telinga lawan bicara Anda. Cobalah hindari  mengeluh di depan rekan Anda. Bebicaralah dengan kata-kata yang akan membuat rekan Anda tambah semangat. 

5. Berpandangan Positif
Pada saat pertama bertemu, kadang rekan Anda bertanya: Apa kabar? Cobalah menjawab dengan kalimat positif  meski situasi panas dan Anda baru saja mengalami kemacetan lalu lintas. Bilang saja: Semua oke, secerah udara di luar. Hindari jawaban negative seperti: Aduh mati Aku! Macetnya minta ampun…